READ E-PUB ⚇ Bordeaux Tiga ♕ Motorrad-100.de

Buku ini selesai kubaca dalam sekali duduk Karena alurnya emang lumayan bikin penasaran mulai dari halaman tengah sayang bukan dari halaman 1 Kisahnya mampu memompa semangat bahwa apapun yg kita kerjakan dgn serius akan berbuah manis Dear Tante Mahda panggilan sayangku ke Penulis , sedikit kritik dariku, kisah di lembar2 awal terlalu umum dan kurang menggigit Kawatir pembaca lain gagal antusias melanjutkan baca ke lembar berikutnya Maksudku umum adalah kisah biasa yang akan dialami semua mahasiswa baru di negri asing Mungkin bisa ditaruh sebuah kisah teka teki yg bikin penasaran pembaca untuk menyelesaikan buku ini hingga lembaran akhir.Dear Tante Mahda, I am so proud of you Bangga pernah bekerja bareng dengan orang sehebatmu Tak sabar menanti buku2mu selanjutnya Jadi siapakah Bang Surya itu Salam kecup dan peluk terhangat untumuRina Sang Keponakan Sinopsis Bordeaux Kota tua bergelimang anggur Kau bisa menemukan anggur dengan harga lebih murah dari air mineral, atau bahkan sebotol yang harganya sama dengan tiket pesawat keliling dunia Kelana, seorang perempuan dari keluarga kelas menengah di Jakarta, memperoleh beasiswa untuk kuliah di Bordeaux, Prancis Kesempatan ini membawanya menjalin persahabatan dengan Dewa, sesama mahasiswa Indonesia Dia juga bertemu Gerard, Alexandrine, dan Thi Thuy teman sekelas yang mengajarkannya bahwa persahabatan tak berbatas sekat warga negara, budaya, bahkan agama Serta, pertemuan dengan Ajisaka, mahasiswa idealis yang menyeretnya dalam gelombang perasaan tak berujung.Bordeaux tiga menceritakan impian hidup, cita cita, persahabatan, dan cinta Semuanya dikisahkan di antara lorong lorong kota tua Bordeaux, sudut sudut Barcelona, barisan hutan pinus Himalaya, asap dapur jalanan Delhi, dan labirin kota Paris Dalam pencarian jati diri dan proses pendewasaan hidup yang dialami Kelana Review Membaca Bordeaux Tiga karya W Mahdayani ini seakan membawa saya melintasi tempat tempat yang diceritakan Kelana yang cerdas sungguh memikat saya saat pertama kali membaca novel ini Tak sampai di situ, saya disuguhkan dengan gaya penulisan dalam novel ini yang sungguh istimewa Aku ingin bertemu lelaki dengan mata berbinar seperti pendaran cahaya bintang di langit malam yang kelam Agar ketika merindukannya, aku bisa memandang langit malam yang pekat, mencari di antara gemintang yang paling bersinar karena itulah dia Cerita berlanjut menuju setting Barcelona Siapa sangka di sana ia kehilangan paspornya Bagi para pencopet Eropa, paspor merupakan benda yang berharga selain dompet.Delhi, India Memberikan banyak sekali pelajaran bagi Kelana Ia harus hati hati dan bersikap waspada Kata kata dari seorang supir taksi yang selalu diingatnya Jangan terlalu ramah pada orang yang baru dikenal.Agra, India Di sini ia mengunjungi Taj Mahal Ia melihat sebuah makam Tapi bukannya aura mistis yang ia dapatkan, namun aura romantis yang terus menguar Kedatangannya ke sana seorang diri memberikan kesan aneh Seseorang menegurnya seakan memberikan sebuah jawaban bahwa ia seharusnya melemparkan koin ke arah makam Jika ia ingin kembali ke sini dengan pria yang ia cintai Yang kelak menjadi suaminya dan sangat mencintainya Ia pun menurutinya, terlepas dari sebuah mitos atau tidak.Di bagian terakhir dari novel ini, kedekatan seorang Kelana dengan Ajisaka pun semakin tak terbantahkan Mereka sering menghabiskan waktu untuk piknik, pergi ke taman, kafe, dan menyusuri tempat tempat di Paris That was sweet moments I think.Bab 17 mengupas tentang titik menuju masa depan Saya suka sekali bab ini Di sini dengan gamblang Ajisaka menunjukkan ketertarikannya dengan Kelana Meskipun tak terlalu kentara Inilah percakapan mereka yang sempat membuat saya baper Istilah anak zaman sekarang Haha Kelana, kau bisa hitung berapa banyak tetesan salju itu Tidak Bagaimana bisa Aku terkekeh geli Lihatlah tetesan salju itu, sebanyak itulah rindu yang kusimpan saat tidak bertemu denganmu Pipiku memanas Aku kehilangan kata kata, dan membiarkan Ajisaka yang kini sudah menggenggam tanganku.Namun perasaan saya kembali terhempas dengan hubungan Ajisaka dan Kelana Ajisaka yang melanjutkan study S3 nya dan Kelana yang kembali ke tanah air karena mendapatkan pekerjaan yang berbasis di Bali.Di akhir halaman, sebuah kejutan kembali hadir Sebuah kartu yang entah apa isinya dari Kelana Dan saya dibuat penasaran apakah berujung happy ending atau sad ending READ E-PUB ♿ Bordeaux Tiga ☸ Bordeaux Kota Tua Bergelimang Anggur Kau Bisa Menemukan Anggur Dengan Harga Lebih Murah Dari Air Mineral, Atau Bahkan Sebotol Yang Harganya Sama Dengan Tiket Pesawat Keliling Dunia Kelana, Seorang Perempuan Dari Keluarga Kelas Menengah Di Jakarta, Memperoleh Beasiswa Untuk Kuliah Di Bordeaux, Prancis Kesempatan Ini Membawanya Menjalin Persahabatan Dengan Dewa, Sesama Mahasiswa Indonesia Dia Juga Bertemu Dengan G Rard, Alexandrine, Dan Thi Thuy Teman Sekelas Yang Mengajarkannya Bahwa Persahabatan Tak Berbatas Sekat Warga Negara, Budaya, Bahkan Agama Serta, Pertemuan Dengan Ajisaka, Mahasiswa Idealis Yang Menyeretnya Dalam Gelombang Perasaan Tak Berujung Bordeaux Tiga, Novel Perjalanan Yang Menceritakan Impian Hidup, Cita Cita, Persahabatan, Dan Cinta Semuanya Dikisahkan Di Antara Lorong Lorong Kota Tua Bordeaux, Sudut Sudut Barcelona, Barisan Hutan Pinus Himalaya, Asap Dapur Jalanan Delhi, Dan Labirin Kota Paris Dalam Pencarian Jati Diri Dan Proses Pendewasaan Hidup Yang Dialami Kelana Jadi pengen ke Paris.Jadi pengen nulis juga sesuatu tentang Argentinahmmm Thanks Mbak Wiwik sudah membagi cerita ini Dalam hidup ada masa di mana kita harus serius memikirkan masa depan Pada sebagian orang kemungkinan harus mengesampingkan kesenangan Jika saat itu tiba, kita bisa menjalaninya dengan baik karena sudah pernah mengalami masa penuh kesenangan Novel berjudul Bordeaux Tiga ini menceritakan tentang cita cita dan pengalaman Kelana di negara Perancis Di mulai dari tawaran salah satu dosen untuk memberikannya beasiswa ke Bordeaux Sudah dipastikan kelana tidak membuang buang waktu untuk menjemput impiannya itu Kita memang selalu menginginkan apa yang tidak kita miliki Ternyata hidup di negara orang tidak semudah yang Kelana kira, dia harus ekstra sabar dan berhati hati Di Bordeaux dia dipertemukan dengan tiga sahabat baru G rard, Alexandrine, dan Thi Thuy yang selalu mendukung Kelana tanpa mempermasalahkan perbedaan budaya.Tetapi perjalanan Kelana tidak berhenti hanya di Bordeaux saja, jiwa petualang selalu mampu membuatnya ingin menjelajahi dunia lebih luas lagi Mulai dari Barcelona, Delhi, sampai gunung Himalaya.Kedatangannya di Paris juga mempertemukan dia dengan Ajisaka, salah satu kawan Dewa, sahabat Kelana yang sesama mahasiswa Indonesia Aku tak pernah mengerti kenapa senyumannya mampu mencerahkan hari, mengubah semua warna yang ada di sekitar menjadi lebih cerah dari yang sebenarnya Ajisaka mampu membuat harapan harapan timbul di ruang hati Kelana Meskipun kenyataan cinta tidak harus selamanya berakhir bahagia Mungkin cinta adalah hal yang memanusiakan manusia walau aku tak tahu apakah perasaan ini bisa disebut cinta Menurut saya, untuk novel sejenis traveling seperti ini bahasa yang digunakan penulis masih terlalu baku Mungkin bisa menjadi saran bagi penulis untuk memakai bahasa yang lebih ringan dalam novel novel selanjutnya But over all, saya suka novel ini Lagi lagi karena bersetting di Paris, kota impian saya Bagian yang paling seru adalah saat Kelana pergi ke Delhi Saya jadi tahu banyak hal yang ada di kota itu Tapi yang paling saya suka tetap yang settingnya di Paris Karena di sana Kelana banyak menyusuri tempat tempat bersejarah dengan Ajisaka Saya masih penasaran pesan apa yang ada di dalam kartu yang dituliskan Kelana untuk Ajiska sebelum Kelana kembali ke Indonesia Hehehe DSenang sekali rasanya bisa membaca dan mereview novel Bordeaux Tiga ini Terimakasih banyak kepada grasindoid dan Kak W Mahdayani untuk novelnya Dari awal pertama baca Bordeaux Tiga, sama sekali tidak berekspektasi tentang apapun mungkin karena aku belum tahu penulisnya dan Prancis bukanlah Negara impianku Tapi dari cara penulis merangkai cerita dan menjelaskan keindahan maupun memberitahu kekurangan suatu tempat secara tersirat, membuat aku jatuh cinta dengan karyanya Bordeaux Tiga memang menceritakan tentang impian hidup, cita cita, persahabatan, dan cinta yang dialami oleh Kelana Putri, sang tokoh utama ketika berada di Prancis.Perjalanan kehidupan Kelana selama menjadi mahasiswa di Bordeaux cukup menarik untuk dibaca karena dia adalah seorang mahasiswa aktif nan dinamis yang pasti hidupnya tidak berkutat di sekitaran apartemen kampus perpustakaan saja Kita akan menemui hal baik atau buruk di manapun di dunia ini KelanaKelana, sosok mahasiswi pemberani yang juga suka pergi jauh dan menikmati hidup Kisah perjalanannya saat melewati sudut sudut Barcelona, melihat dan merasakan sekilas kehidupan yang keras di Delhi maupun saat mengagumi Himalaya juga meninggalkan kisah tersendiri yang mampu membuat tersenyum juga terkadang membuat jengkel.Selama menjadi mahasiswa di Bordeaux, Kelana mampu membaur dengan teman temannya bahkan dia mendapatkan sahabat sahabat baru seperti Gerard, Alexandrine, Thi Thuy yang mengajarkannya bahwa persahabatan tidak mempermasalahkan perbedaan budaya bahkan agama Apa rasanya tinggal di Paris Dingin Aura cinta dan romantisme hanya dirasakan para pelancong yang tidak menetap di kota ini setiap hari Kita sendiri yang harus menghangatkan dan memberi warna sesuai yang kita inginkan Ya, hidup di Negeri orang memang tidak selalu mudah Kelana pun juga mengalami hal tersebut selama tinggal di Prancis baik di kota tua Bordeaux maupun kota Paris yang dingin Tapi Kelana cukup berhasil untuk mewarnai hidupnya selama di Prancis dengan kehadiran Ajisaka.Ajisaka, seorang mahasiswa idealis yang mampu mewarnai kehidupan Kelana selama di Paris bahkan membawanya ke dalam gelombang perasaan yang tak selalu harus berujung.Gaya bahasa yang digunakan oleh penulis, terasa cocok dan pas untuk novel travel fiction ini karena cerita dikisahkan lewat sudut pandang tokoh utama, yang merupakan seorang mahasiswi cerdas.Selama membaca novel ini, aku mendapatkan banyak pengetahuan tambahan yang belum aku ketahui sebelumnya Namun pengetahuan itu dikemas dalam kerangka cerita yang menarik sehingga meninggalkan kesan.Salah satunya Tenang Aku sudah biasa berdiskusi dengan orang Prancis Saling berteriak adalah hal biasa, tak ada dendam sesudahnya KelanaAku tidak menemukan satu typo pun di novel ini tapi ada sebuah pernyataan Pak Walikota Marcheprime yang membuatku sedikit bingung campur kecewa di halaman 180 Novel ini bergenre travel fiction tapi cara penulis mendeskrisikan tempat cukup detail namun tidak membosankan sehingga mampu membawa kita seolah mengikuti perjalanan Kelana menyusuri tempat tempat menarik yang diceritakan di Novel ini.Aku suka buku travelling dan aku suka novel ini secara keseluruhan, serta dengan senang hati memberi 4 bintang Terimakasih sudah memberiku kesempatan untuk mengenal Bordeaux, Paris, Delhi, Himalaya dan Barcelona dalam rangkaian cerita yang apik di novel ini Menceritakn bagaimana kuliah di Paris dan tempat2 yang ada di sekitarnya. sayangnya kisah percintaannya diakhiri belum tau apa yg akan terjadi selanjutnya.. 3,5 bintang Dibulatkan ke atas karena saya beneran suka banget ama narasinya dan deskripsi tempat tempat yang sangat detail dengan ciri khasnya masing masing.Awalnya tertarik karena blurb nya yang menawan hati Semuanya dikisahkan di antara lorong lorong kota tua Bordeaux, sudut sudut Barcelona, barisan hutan pinus Himalaya, asap dapur jalanan Delhi, dan labirin kota Paris Dan penulisnya sama sekali tidak mengecewakan Semua tempat yang dibahas bukan merupakan tempelan semata Dan novel ini bukan tentang romansa, lebih ke perjuangan seorang mahasiswi yang hidup di Prancis Tapi tidak membosankan Saya membacanya dengan runut, hingga tuntas Dan menggeram saat isi kartu dari Kelana di bagian akhir tidak dijelaskan.Suka sekali dengan adegan adegan piknik di taman yang dilakukan Kelana dan Ajisaka Mereka romantis dengan cara yang berbeda Persahabatan Kelana dengan teman temannya juga menarik untuk disimak Orang orang yang memang dia sukai, juga orang orang yang tidak dia suka.Ada sedikit ganjalan, memang Penulisnya perempuan dan tokoh utamanya juga perempuan Anehnya, kadang saya lupa Narasi Kelana sama sekali tidak feminin Condong ke maskulin, malah.Tapi tetap saja, novel ini mengajarkan teknik penulisan tentang perjalanan kepada saya Dan saya menikmati semua deskripsinya.Bacaan yang menyenangkan. Akhirnya selesai setelah menimbang nimbang baiknya terus baca atau tidak Bosan rasanya, bahkan lebih setengah buku mengisahkan perjalanan Kelana sebagai mahasiswa, hiruk pikuk serta keindahan kota kota yang menjadi destinasinya, seperti halnya baca diary seseorang, sungguh Tidak ada yang istimewa Meski penuturannya benar benar detail dan setelahnya aku jadi sangat paham budaya negara lain, seakan perjalanan ini terjadi pada si penulis sendiri..mmm aku curiga.Barangkali ada baiknya baca buku ini sebelum datang ke Prancis ataupun India, agar tahu dulu bagaimana kebiasaan orang orang di sana.Pada akhirnya cerita ini menyinggung kisah percintaan Kelana dengan Ajisaka Tapi karena di fokuskan pada bagian bagian akhir, tidak banyak menceritakan kebersamaan mereka, yang bisa ngembangin chemistry, jadi chemistry itu sama sekali tidak aku rasakan. Menurutku ini memang seperti perjalanan hidup untuk menetap di bordeaux dari sudut pandang mahasiswi Eung, entahlah, hehe.Awal halaman, aku merasa ini sangat membosankan Bahkan, aku sempat berhenti membaca untuk beberapa hari, hehe Tapi dari pertengahan hingga akhir halaman, itu cukup menarik, karena aku rasa aku menemukan hal baru Untuk gaya penulisannya, aku cukup suka karena penulis menulis dengan sangat rinci sampai aku pun merasakan keadaannya Tapi untuk alur ceritanya, eung, aku tidak menemukan hal yang wah di sini, jadi terasa cukup monoton Menurutku.3 bintang untuk buku ini